skema ps2
http://sarecoelectronic.blogspot.com/2014/05/style-keyboard-korg-pa50.html
Jumat, 12 September 2014
Kamis, 11 September 2014
Selasa, 03 Juni 2014
kode boot china
1.beyond b111 mtk 6252 boot tombol pojok kanan atas readback start address 0x00000000 length 0x00800000
2.Beyond B71 tombol volume samping bawah
1.visio v999 (touchscreen) tombol buat boot nya yang tengah
1.SPC jazzone .. mtk 6253 tombol hijau
2.SPC BOSS-3000 tombol boot volume ke bawah
1.pixcom model pg20 mtk6253 boot tombol pojok kanan atas
1.taxco m8 mtk6252 boot tombol pojok kiri atas readback start address 0x00000000 length 0x00400000
1.titan tv,boot tombol tv sm kembali readback start address 0x00000000 length 0x01000000
2.titan t778 mtk6235b tombol boot volume bawah readback start address 0x00000000 length 0x08000000
1.xp s.e.x.y. flash and readback tekan tombol dial buat boot nya
1.3DPHONE touch MODEL E-1 MTK6253 tombol boot tengah readback start address 0x00000000 length 0x01000000
1.maxtron MG-276 Touch,,boot loader tekan tombol volume +
2.Maxtron MG-238 tombol boot enter
3.Maxtron MG-265 bootloader tombol pangil sim 1
1.lexus L68 mt6235 tombol boot a readback start address 0x00000000 length 0x08000000
1.asiafone AF-801 boot tombol kanan atas(diatas tombol power)readback 0x00000000 length 0x01000000
1.E-TOUCH D190 boot tombol menu read back start address 0x00000000 length 0x00800000
1.Sky 303, tombol boot Q atau #
1.blackjelly.bj368. mtk6253 boot tombol panggilan read back start address 0x00000000 length 0x01000000
1.GTMOBILE GT-1 MTK6252 BOOT TOMBOL CALL2 readback start address 0x00000000 length 0x00400000
1.maxis mx700 mtk6252 boot tombol panggilan 1(hijau 1)readback start address 0x00000000 length 0x00800000
1.Xcom cx80mg tombol boot pojok kiri atas
1.KTOUCH H900 MTK6268B BOOT TOMBOL CALL 1 readback start address 0x00000000 length 0x08000000
1.(vitell V519)thoucscren tombol bootnya tombol bawah(pas bwh tombol menu)
1.micxon mx12 touch mtk6252 boot tombol volume (+) readback start address 0x00000000 length 0x00800000
1.VENERA ego 307 mtk6252 boot tombol navigasi atas readback start address 0x00000000 length 0x00800000
1. Skycall SC21 MTK 6253 NOR 16MB/128Mb boot Tombol Call readback start address 0x00000000 length 0x01000000
2.Beyond B71 tombol volume samping bawah
1.visio v999 (touchscreen) tombol buat boot nya yang tengah
1.SPC jazzone .. mtk 6253 tombol hijau
2.SPC BOSS-3000 tombol boot volume ke bawah
1.pixcom model pg20 mtk6253 boot tombol pojok kanan atas
1.taxco m8 mtk6252 boot tombol pojok kiri atas readback start address 0x00000000 length 0x00400000
1.titan tv,boot tombol tv sm kembali readback start address 0x00000000 length 0x01000000
2.titan t778 mtk6235b tombol boot volume bawah readback start address 0x00000000 length 0x08000000
1.xp s.e.x.y. flash and readback tekan tombol dial buat boot nya
1.3DPHONE touch MODEL E-1 MTK6253 tombol boot tengah readback start address 0x00000000 length 0x01000000
1.maxtron MG-276 Touch,,boot loader tekan tombol volume +
2.Maxtron MG-238 tombol boot enter
3.Maxtron MG-265 bootloader tombol pangil sim 1
1.lexus L68 mt6235 tombol boot a readback start address 0x00000000 length 0x08000000
1.asiafone AF-801 boot tombol kanan atas(diatas tombol power)readback 0x00000000 length 0x01000000
1.E-TOUCH D190 boot tombol menu read back start address 0x00000000 length 0x00800000
1.Sky 303, tombol boot Q atau #
1.blackjelly.bj368. mtk6253 boot tombol panggilan read back start address 0x00000000 length 0x01000000
1.GTMOBILE GT-1 MTK6252 BOOT TOMBOL CALL2 readback start address 0x00000000 length 0x00400000
1.maxis mx700 mtk6252 boot tombol panggilan 1(hijau 1)readback start address 0x00000000 length 0x00800000
1.Xcom cx80mg tombol boot pojok kiri atas
1.KTOUCH H900 MTK6268B BOOT TOMBOL CALL 1 readback start address 0x00000000 length 0x08000000
1.(vitell V519)thoucscren tombol bootnya tombol bawah(pas bwh tombol menu)
1.micxon mx12 touch mtk6252 boot tombol volume (+) readback start address 0x00000000 length 0x00800000
1.VENERA ego 307 mtk6252 boot tombol navigasi atas readback start address 0x00000000 length 0x00800000
1. Skycall SC21 MTK 6253 NOR 16MB/128Mb boot Tombol Call readback start address 0x00000000 length 0x01000000
protek polytron diva ps1427
Setelah sekian lama vacum tidak mengurus blok ini ,jadi kangen deh sama rekan-rekan seperjuangan.
Job kali ini adalah Polytron diva dengan type PS1427 dengan gejala kerusakkan tv bisa menyala sebentar tetapi cuma beberapa detik saja selanjutnya standby.Secara logika bisa di pastikan bahwa tv dalam kondisi terprotek,tetapi apa yang menjadi biang kerok dari terproteknya tv.Perlu di ketahui rekan semua bahwa tv Polytron ini menggunakan ic tunggal dengan type HBT-00-04G serta ic vertikal STV9302.Setelah diamati jalur protek ada di kaki ic tunggal no 62 disana tegangan hanya terukur kurang lebih 3volt.Setelah ditelusuri jalur yang sangat rumit(ruwet) 62 ternyata terhubung dengan ic vertikal melalui capasitor c402 1uf/50volt.Tegangan setelah elco ternyata hanya sekitar 3voly (pantas aja tv terprotek pikirku) segera saja elco kulepas dan memang sudah bocor kemudian kuganti dengan yang baru.Stelah dilakukan pengukuran voltasenya kini meningkat menjadi 5volt alias normal.Tvpun menyala dengan normal.Puas rasanya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan segera
Job kali ini adalah Polytron diva dengan type PS1427 dengan gejala kerusakkan tv bisa menyala sebentar tetapi cuma beberapa detik saja selanjutnya standby.Secara logika bisa di pastikan bahwa tv dalam kondisi terprotek,tetapi apa yang menjadi biang kerok dari terproteknya tv.Perlu di ketahui rekan semua bahwa tv Polytron ini menggunakan ic tunggal dengan type HBT-00-04G serta ic vertikal STV9302.Setelah diamati jalur protek ada di kaki ic tunggal no 62 disana tegangan hanya terukur kurang lebih 3volt.Setelah ditelusuri jalur yang sangat rumit(ruwet) 62 ternyata terhubung dengan ic vertikal melalui capasitor c402 1uf/50volt.Tegangan setelah elco ternyata hanya sekitar 3voly (pantas aja tv terprotek pikirku) segera saja elco kulepas dan memang sudah bocor kemudian kuganti dengan yang baru.Stelah dilakukan pengukuran voltasenya kini meningkat menjadi 5volt alias normal.Tvpun menyala dengan normal.Puas rasanya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan segera
menu servis sharp
menu servis sharp
Kumpulan macam-macam cara Service Mode Sharp
Cara.1 (model lama)
Cara.2
Cara.3
Cara.4 (slim dengan UOC kotak)
Cara.5
Kumpulan macam-macam cara Service Mode Sharp
Cara.1 (model lama)
- Cari sebuah switch NORMAL – SERVICE
- Bentuknya mirip switch yang digunakan pada bagian vertikal
- Lokasi ada pada main-pcb bagian belakang dekat dengan TUNER
- Untuk masuk service mode – pindah ke posisi SERVICE
Cara.2
- Power on
- Pastikan adjustment gambar pada posisi NORMAL (dengan remot)
- Short-kan JA137 & JA138 sekitar 1 detik kemudian lepas lagi, maka akan masuk pada service mode.
- Navigasi menggunakan Ch dan Vol
- Untuk exit matikan pesawat
- Power off
- Short-kan terus sementara JA137 dan JA138
- Hidupkan pesawat
- Tunggu sekitar 30 detik otomatis data default kan ditulis kedalam memori
Cara.3
- Main-switch off atau cabut power-cord (kabel listrik)
- Tekan dan tahan secara bersamaan Vol-down dan Ch-up pada front panel
- Hidupkan pesawat
- Navigasi menggunakan Ch dan Vol dengan remote
- Exit matikan main-switch (data disimpan secara otomatis)
Cara.4 (slim dengan UOC kotak)
- Power on
- Pastikan adjustment gambar pada posisi NORMAL (dengan remote)
- Shortkan pin-5 Mikrokontrol sekitar 1 detik dan lepas kembali (atau JA483 dengan JA484)
- Tekan MENU untuk memilih MODE yang akan diadjust (Adjust Mode, Check mode, Option mode dll)
- Navigasi menggunakan Ch dan Vol
- Tunggu sekitar 4 detik sebelum pindah ke adjustment lainnya agar data disimpan dahulu secara otomatis
- ·Power off
- Shortkan terus sementara pin-5 Mikrokontrol ke ground (atau JA483 dengan JA484)
- Hidupkan pesawat
- Tunggu sekitar 30 detik dan otomatis data default akan ditulis kedalam memori
- Jika data default gagal – kemungkinan dapat disebabkan karena ABL britnes terlalu terang atau ada problem pada ABL
Cara.5
- Tekan MENU pada remote
- Selanjutnya tekan angka 4-7-2-5
- Navigasi menggunakan Ch dan Vol
- Untuk exit matikan pesawat
parameter and code polytron
mereset pake code 3101 adalh merk tertentuu jangan asal reset lhooo yaaa
##Jika direset pake kode 3101,
maka AV tinggal 1, radio hilang, suara nggak bisa kecil kecuali 0 dan mute dan juga jadi stereo.
Untuk membuat AV jadi 2 dan mono:
• Masuk menu service 1014 ##untuk merubah 0 menjadi 1 pencet volume and yg ingin diganti mana abis itu pencet diremote TULISAN "ANA'" DAN AKAN TERGANTI
• Option0= 01000000 ==>> ubah jadi 00000010
Untuk mengeluarkan menu radio:
• Masuk menu service 1014
• Option3=00010100 ==>> ubah jadi 00010101 (jika datanya tidak sama dengan yg diatas, maka rubah data yg terakhir saja jadi 1)
Untuk mengecilkan suara:
• Masuk menu service 1206 atau 1207 (lupa aku yg mana, coba aja salah satu)
• Cari menu VL1. Ubah datanya jadi 10. MODE OPTION
***** Tv polytron l.cidi*****
set0ption Lang 00000001 01H,
Option5 00011010 1AH
,Option4 00010000 10H,
Option3 00001001 09H,
Option2 00001001 09H,
Option1 10000010 82H,
Option0 00000101 05H.
RE: Tv thomson
tekan tombol +channal-channel+vol-volume ditekan berurutan
*****Polytron DIVA*****
option setting polytron DIVA flat, subwoofer, uC = HBT-00-02G
op0= 0100 1011
op1= 1101 1010
op2= 0110 1001
op3= 0001 1101
*** Polytron DIVA flat, subwoofer + FM radio****
model PS-5225, uC= HBT-00-04G
op0= 0110 0001
op1= 1101 0010
op2= 0000 1001
op3= 0000 1101
op4= 0001 0011
op5= 0000 0000
*****POLYTRON MX 20323T*****
AGC GAIN =26H. U-BLK =08H. HI-AGC=1AH. B-CUT=70.
OPTIONO =01000011. V-BLK =08H. H-SIFT=08. G-CUT=87.
OPTION1 =10011010. BRTS =OOH H-BOW=04. R-CUT=32.
OPTION2=:00001001. Y DELAY =07. H-PARA=06. V-AMPL=32.
OPTION3=:00011100. WB BRI =46H. S-COR=27. V-CENT=24
H-OSD =23H. WB CON =64H. V-LIN=15.
V-OSD =16H. WB COL=32H. B-DRV=64.
V-SHIFT =00H. LO-AGC=19H. G-DRV=46.
POLYTRON DIVA
AGC GAIN 44
OPTION 0 01001011
OPTION 1 01001000
OPTION 2 00011001
OPTION 3 00001101
****polytron mx stv 2286c*****
H-SIHFT/14. APR/7. G-DC/21. R-DC/29. B-GAIN/50. G-GAIN/30. R-GAIN/36. B-CUT/60. G-CUT/60. R-CUT/60. V-AMPL/32. V-SHIFT/6. OPTION0/01011011. OPTION1/10001110. 0PTION2/11000011. OPTION3/00001100. BASS MIX/0. AVL ADJ/0. NTSC FILTER/0. SECAM FILTER/0. Y DELAY STAND/ . AGC/14. IF COARSE/6. IF FINE/152.
*****POLYTRON MX5213****
option 0 01000101 45h
option 1 10010010 92h
option 2 00001001 09h
option 3 00001101 0dh
option 4 00010000 10h
option 5 00000000 00h
option 6 00000001 01h
tv polytron dengan fasilitas ada radionya
*** POLYTRON MX5203MS*****
OPTION0: 00111010
OPTION1: 10001110
OPTION2: 11000011
OPTION3: 00001100
Default setting
RGB Cut Off: 60
APR: 15
AVL: 0
Bass Mix: 0
Last Cond. Super Bass: ON
Setting surround: 60
- OptionMenu HBM-00-00
masuk ke Factory Mode password 1014
setting default untuk MX5203MS, untuk model yang lain silahkan coba2.
*****Polytron Minimax Flat + FM******
OPTION0: 65h 01100101
OPTION1: C8h 11001000
OPTION2: 19h 00011001
OPTION3: 0Dh 00001101
OPTION4: 13h 00010011
OPTION LANG: 01h 00000001
0= TIDAK TERHUBUNG
1 = TERHUBUNG
##Jika direset pake kode 3101,
maka AV tinggal 1, radio hilang, suara nggak bisa kecil kecuali 0 dan mute dan juga jadi stereo.
Untuk membuat AV jadi 2 dan mono:
• Masuk menu service 1014 ##untuk merubah 0 menjadi 1 pencet volume and yg ingin diganti mana abis itu pencet diremote TULISAN "ANA'" DAN AKAN TERGANTI
• Option0= 01000000 ==>> ubah jadi 00000010
Untuk mengeluarkan menu radio:
• Masuk menu service 1014
• Option3=00010100 ==>> ubah jadi 00010101 (jika datanya tidak sama dengan yg diatas, maka rubah data yg terakhir saja jadi 1)
Untuk mengecilkan suara:
• Masuk menu service 1206 atau 1207 (lupa aku yg mana, coba aja salah satu)
• Cari menu VL1. Ubah datanya jadi 10. MODE OPTION
***** Tv polytron l.cidi*****
set0ption Lang 00000001 01H,
Option5 00011010 1AH
,Option4 00010000 10H,
Option3 00001001 09H,
Option2 00001001 09H,
Option1 10000010 82H,
Option0 00000101 05H.
RE: Tv thomson
tekan tombol +channal-channel+vol-volume ditekan berurutan
*****Polytron DIVA*****
option setting polytron DIVA flat, subwoofer, uC = HBT-00-02G
op0= 0100 1011
op1= 1101 1010
op2= 0110 1001
op3= 0001 1101
*** Polytron DIVA flat, subwoofer + FM radio****
model PS-5225, uC= HBT-00-04G
op0= 0110 0001
op1= 1101 0010
op2= 0000 1001
op3= 0000 1101
op4= 0001 0011
op5= 0000 0000
*****POLYTRON MX 20323T*****
AGC GAIN =26H. U-BLK =08H. HI-AGC=1AH. B-CUT=70.
OPTIONO =01000011. V-BLK =08H. H-SIFT=08. G-CUT=87.
OPTION1 =10011010. BRTS =OOH H-BOW=04. R-CUT=32.
OPTION2=:00001001. Y DELAY =07. H-PARA=06. V-AMPL=32.
OPTION3=:00011100. WB BRI =46H. S-COR=27. V-CENT=24
H-OSD =23H. WB CON =64H. V-LIN=15.
V-OSD =16H. WB COL=32H. B-DRV=64.
V-SHIFT =00H. LO-AGC=19H. G-DRV=46.
POLYTRON DIVA
AGC GAIN 44
OPTION 0 01001011
OPTION 1 01001000
OPTION 2 00011001
OPTION 3 00001101
****polytron mx stv 2286c*****
H-SIHFT/14. APR/7. G-DC/21. R-DC/29. B-GAIN/50. G-GAIN/30. R-GAIN/36. B-CUT/60. G-CUT/60. R-CUT/60. V-AMPL/32. V-SHIFT/6. OPTION0/01011011. OPTION1/10001110. 0PTION2/11000011. OPTION3/00001100. BASS MIX/0. AVL ADJ/0. NTSC FILTER/0. SECAM FILTER/0. Y DELAY STAND/ . AGC/14. IF COARSE/6. IF FINE/152.
*****POLYTRON MX5213****
option 0 01000101 45h
option 1 10010010 92h
option 2 00001001 09h
option 3 00001101 0dh
option 4 00010000 10h
option 5 00000000 00h
option 6 00000001 01h
tv polytron dengan fasilitas ada radionya
*** POLYTRON MX5203MS*****
OPTION0: 00111010
OPTION1: 10001110
OPTION2: 11000011
OPTION3: 00001100
Default setting
RGB Cut Off: 60
APR: 15
AVL: 0
Bass Mix: 0
Last Cond. Super Bass: ON
Setting surround: 60
- OptionMenu HBM-00-00
masuk ke Factory Mode password 1014
setting default untuk MX5203MS, untuk model yang lain silahkan coba2.
*****Polytron Minimax Flat + FM******
OPTION0: 65h 01100101
OPTION1: C8h 11001000
OPTION2: 19h 00011001
OPTION3: 0Dh 00001101
OPTION4: 13h 00010011
OPTION LANG: 01h 00000001
0= TIDAK TERHUBUNG
1 = TERHUBUNG
Senin, 02 Juni 2014
polytron lcd cinemax gambar padam
politron lcd backlight padam ternyata b+ 24v vcc to light lcd kurang dari 24v setelah penggantian c 470mf 35v nyala lagi allhamdulilah
Minggu, 01 Juni 2014
polytron hidupkan mati lagi
polytron hidupkan mati lagi
Rabu, 13 Juli 2011
PROBLEM PROTEK TV POLYTRON
TV POLYTRON juga kadang mempunyai masalah di sistem memori internalnya ( pada ic program seri STVxxxx)
Gejalanya adalah pada saat di nyalakan ,beberapa detik mau menyala sekitar 10-15 detik.Timbul suara sebentar ,setelahnya protek/standby.
Ini di sebabkan sedikit error pada data memory yg terdapat di dalam IC program.
Untuk mengatasi hal seperti ini , anda cukup melakukan trik yg akan saya berikan berikut ini:
Nyalakan pesawat TV seperti biasanya, dan tunggu posisi tv dalam keadaan protek/standby,gunakan remote orsinilnya ,tekan tombol menu pada remote dan tahan sekitar 3 – 5 detik hingga tv menyala secara otomatis.
Biasanya Tv langsung normal kembali,karena data dalam memory telah di reset ulang secara otomatis ke keadaan PP ( pactory preset ).
Kenapa bisa terjadi begitu? sebab kalau pada posisi TV standby.tombol power memberi sinyal perintah hidupkan ( ON ) pada IC program.Kalau pada posisi standby, tombol menu yg ditekan terus dalam sekian detik akan memberikan input RESET data memory ( flash).Dan jika kondisi memory normal,maka dalam hitungan ‘timing’ tertentu perintah tersebut akan di artikan sebagai sinyal masuk ke posisi MENU SERVICE.Dan sistem secara otomatis akan meminta passcode untuk masuk kedalam sub menu service.
Kode passcode nya adalah 1013 untuk setelan dasar ( fitur) dan 1014 untuk mengatur parameter -parameter utama ( H-frek, V-amp, AGC, AFC dll)
Dan jika anda mendapat problem seperti yg saya utarakan di atas,cara tersebut adalah yg paling mudah untuk mengatasinya.Tapi sebelumnya pastikan dahulu bahwa semua titik solder dalam mesin TV tidak bermasalah, ada baiknya anda teliti dulu semua titik solder sebelumnya.
Karena apa? sebab sistem proteksi juga akan membaca keadaan rangkaian sebelum tegangan-tegangan normalnya akan diaktifkan.jika ada masalah di titik solder ( biasanya terdapat pada titik kaki IC vertikal ,kaki FBT, regulator) sistem akan tertahan ke posisi protek.
Saya rasa cukup sekian dan mudah-mudahan bisa berguna bagi anda….terima kasih.
Kamis, 29 Mei 2014
sub woofer
Cancellation di SUBWO
Banyak sekali subwoofer yang diciptakan,
namun dalam penggunaan live sound system yang lazim digunakan
adalah sealed box, vented box,dan horn loaded box. Mari kita bahas:
Sealed box merupakan disain subwoofer yang paling sederhana, ringan, dan kecil. Dibalik disainnya yang sederhana, subwoofer ini merupakan yang paling mudah dikontrol dibanding sub tipe lain. Selain itu frekuensi low yang dihasilkan jenis ini lebih flat dibanding jenis lainnya. Sub jenis ini memiliki lemparan suara yang pendek sehingga cocok digunakan dalam ruangan yang kecil. Namun volume yang dihasilkan sealed box ini masuk dalam golongan paling kecil. Contoh sealed box yakni, Peavey PV118D, JBL JRX218s
Vented box memiliki disain yang mirip dengan sealed box, namun ada lubang udara yang dibuat untuk hasil yang lebih efisien. Disain sub ini memiliki volume hampir dua kali lipat serta nada bass yang lebih rendah dibandingkan dengan sealed box. Lemparan suara sub ini cukup jauh sehingga banyak diminati dalam penggunaannya di ruangan yang cukup besar. Namun vented box termasuk yang sulit dikontrol diantara sub lainnya. Selain itu disainnya yang lebih besar sehingga membuatnya lebih berat. Contoh vented box yakni, JBL EON518s, Yamaha SW118v
Horn loaded box adalah disain sub paling efisien dibanding semua sub. Volume yang dihasilkan dapat mencapai 3-4 kali dari sealed box. Subwoofer ini mempunyai lemparan yang sangat jauh sehingga cocok dalam pengunaaan live show outdoor. Subwoofer ini semakin efisien jika beberapa sub ditempelkan sehingga volume yang dihasilkan dapat semakin bertambah. Kelemahan subwoofer ini adalah harganya yang lebih mahal dibanding yang lain serta berat dan ukurannya yang beberapa kali lipat jenis sub lainnya. Contoh horn loaded yakni, Cerwin Vega TS-42, TurboSound TMS-low
Terdapat bonus informasi dimana ada disain subwoofer yang unik, yakni Meyersound PSW-6. Sub ini sangatlah unik karena disain sehingga ia mempunyai polar pattern yang cardioid. Sub ini meminjam disain vented box yang lalu dimodifikasi sedemikian rupa sehingga subwoofer yang biasanya omni menjadi cardioid. - John Christopher
Sealed box merupakan disain subwoofer yang paling sederhana, ringan, dan kecil. Dibalik disainnya yang sederhana, subwoofer ini merupakan yang paling mudah dikontrol dibanding sub tipe lain. Selain itu frekuensi low yang dihasilkan jenis ini lebih flat dibanding jenis lainnya. Sub jenis ini memiliki lemparan suara yang pendek sehingga cocok digunakan dalam ruangan yang kecil. Namun volume yang dihasilkan sealed box ini masuk dalam golongan paling kecil. Contoh sealed box yakni, Peavey PV118D, JBL JRX218s
Vented box memiliki disain yang mirip dengan sealed box, namun ada lubang udara yang dibuat untuk hasil yang lebih efisien. Disain sub ini memiliki volume hampir dua kali lipat serta nada bass yang lebih rendah dibandingkan dengan sealed box. Lemparan suara sub ini cukup jauh sehingga banyak diminati dalam penggunaannya di ruangan yang cukup besar. Namun vented box termasuk yang sulit dikontrol diantara sub lainnya. Selain itu disainnya yang lebih besar sehingga membuatnya lebih berat. Contoh vented box yakni, JBL EON518s, Yamaha SW118v
Horn loaded box adalah disain sub paling efisien dibanding semua sub. Volume yang dihasilkan dapat mencapai 3-4 kali dari sealed box. Subwoofer ini mempunyai lemparan yang sangat jauh sehingga cocok dalam pengunaaan live show outdoor. Subwoofer ini semakin efisien jika beberapa sub ditempelkan sehingga volume yang dihasilkan dapat semakin bertambah. Kelemahan subwoofer ini adalah harganya yang lebih mahal dibanding yang lain serta berat dan ukurannya yang beberapa kali lipat jenis sub lainnya. Contoh horn loaded yakni, Cerwin Vega TS-42, TurboSound TMS-low
Terdapat bonus informasi dimana ada disain subwoofer yang unik, yakni Meyersound PSW-6. Sub ini sangatlah unik karena disain sehingga ia mempunyai polar pattern yang cardioid. Sub ini meminjam disain vented box yang lalu dimodifikasi sedemikian rupa sehingga subwoofer yang biasanya omni menjadi cardioid. - John Christopher
Desain Box Speaker
Speaker box dengan dinding non-paralel
(berhadapan tegak lurus) memiliki masalah yang lebih sedikit
dibandingkan dengan yang berbentuk persegi sempurna. Tetapi para pembuat
box menyukai box paralel karena penanganan dan konstruksinya lebih
mudah.
Bila harus membuat box
dalam bentuk persegi sempurna, maka gunakan rasio perbandingan dimensi
box 0,62 : 1 : 1,62. Rasio ini adalah “RASIO EMAS” sejak jaman purba.
Rasio ini memastikan bahwa semua gelombang frekuensi suara akan
beresonansi sempurna di dalam box. – KBapps.com
X-over
Speaker memproduksi beragam gelombang suara
dengan bergerak 60 kali maju mundur per-detik untuk menghasilkan
frekuensi rendah, hingga 20.000 kali maju mundur per-detik untuk
menghasilkan frekuensi tinggi.
Ini adalah kerja keras yang luar biasa, tetapi speaker melakukannya setiap kali memainkan musik. Alat yang mengatur kerja speaker agar bergerak cepat dan bergerak lambat adalah driver. Itu sebabnya mengapa boks speaker dilengkapi driver spesialis treble untuk menggerakkan tweeter, dan driver spesialis bass untuk menggerakkan sub-woofer. Jadi pekerjaan utama cross-over (X-over) adalah membagi-bagi frekuensi dan mengirimkannya ke driver yang sesuai.
Tetapi X-over bekerja lebih lagi. Driver speaker membutuhkan banyak bantuan. Mereka sensitif terhadap beberapa frekuensi, sehingga proses ekualisasi (EQ) akan sangat bermanfaat bagi mereka. Tweeter juga lebih sensitif dari woofer dan butuh di-seimbangkan (balance) dengan woofer agar tidak terlalu keras. Karena itu, tugas kedua X-over adalah untuk memanipulasi sinyal yang dikirimnya ke driver sehingga :
-Sinyal dalam frekuensi sesuai dengan tiap driver sehingga suara yang dihasilkan maksimal
-Driver-driver yang berdekatan berbagi tugas dengan sesuai (tweeter tidak mengambil jatah frekuensi woofer, woofer tidak mengambil jatah frekuensi sub-woofer, dst.)
-Output driver yang berbeda-beda diseimbangkan sehingga menghasilkan kekerasan sama.
Masih ada lagi ! X-over mempengaruhi timing (waktu) bunyi driver sehingga sesuai dengan bunyi driver lainnya. Sungguh sebuah kerja keras ! - www.aperionaudio.com
Ini adalah kerja keras yang luar biasa, tetapi speaker melakukannya setiap kali memainkan musik. Alat yang mengatur kerja speaker agar bergerak cepat dan bergerak lambat adalah driver. Itu sebabnya mengapa boks speaker dilengkapi driver spesialis treble untuk menggerakkan tweeter, dan driver spesialis bass untuk menggerakkan sub-woofer. Jadi pekerjaan utama cross-over (X-over) adalah membagi-bagi frekuensi dan mengirimkannya ke driver yang sesuai.
Tetapi X-over bekerja lebih lagi. Driver speaker membutuhkan banyak bantuan. Mereka sensitif terhadap beberapa frekuensi, sehingga proses ekualisasi (EQ) akan sangat bermanfaat bagi mereka. Tweeter juga lebih sensitif dari woofer dan butuh di-seimbangkan (balance) dengan woofer agar tidak terlalu keras. Karena itu, tugas kedua X-over adalah untuk memanipulasi sinyal yang dikirimnya ke driver sehingga :
-Sinyal dalam frekuensi sesuai dengan tiap driver sehingga suara yang dihasilkan maksimal
-Driver-driver yang berdekatan berbagi tugas dengan sesuai (tweeter tidak mengambil jatah frekuensi woofer, woofer tidak mengambil jatah frekuensi sub-woofer, dst.)
-Output driver yang berbeda-beda diseimbangkan sehingga menghasilkan kekerasan sama.
Masih ada lagi ! X-over mempengaruhi timing (waktu) bunyi driver sehingga sesuai dengan bunyi driver lainnya. Sungguh sebuah kerja keras ! - www.aperionaudio.com
Kerja Crossover (X-over)
Crossover membentuk sejumlah frekuensi untuk
tiap driver speaker dengan tiga jenis filter : Kapasitor, Koil
(Induktor) dan Resistor. Mari kita lihat apa kerja masing-masing filter
ini.
Resistor : Bila ampli mengirim 10 watt power ke 8 ohm tweeter, dan kita menempatkan 8 ohm resistor secara seri di antaranya, maka power yang tiba di tweeter hanyalah 2,5 watt. Karena dengan resistor seri @ 8 ohm, maka tegangan akan menurun jadi 5 watt. Kemudian power sebesar 2,5 watt akan digunakan oleh resistor, jadi tweeter hanya mendapatkan sisa tenaga 2,5 watt dari sumber 10 watt power ampli. Sudah jelas kekerasan akan berkurang 6 dB (Ingat rumus : bila daya berkurang separuh, maka terjadi penurunan 3 dB).
Kapasitor dan Induktor : Sebuah kapasitor yang ditempatkan secara seri dengan speaker, akan memblokir frekuensi rendah dan melewatkan frekuensi tinggi. Sebuah induktor berfungsi sebaliknya. Blokir frekuensi akan terjadi secara berangsur-angsur (roll-off) dalam bentuk penurunan 6dB/oktaf (1st order), 12dB/oktaf (2nd order), atau 3rd order (18 dB/oktaf), atau yang curam 4th order (24 dB/oktaf). Karakter penurunan ini dibedakan atas jenis Bessel, Butterworth, Linkwitz-Riley. Butterworth terkenal lembut, Linkwitz-Riley memotong tajam, sedangkan Bessel memiliki karakter phase-shift yang unik
Desain crossover bukanlah hal yang mudah. Sangat-sangat sulit. Tetapi ingat rahasia utama para desainer speaker “Bukan teori yang penting, tetapi bunyi speaker yang penting”. Desainer bermain-main dengan berbagai tombol crossover hingga menghasilkan bunyi yang diinginkan. Walaupun demikian, pengetahuan teori juga mempengaruhi kelihaian bermain-main ini. Tetapi proses utamanya adalah secara berulang-ulang “memainkan tombol - mendengarkan” hingga speaker kita mendapat acungan jempol - aperionaudio.com dan ASG EAW.com
Resistor : Bila ampli mengirim 10 watt power ke 8 ohm tweeter, dan kita menempatkan 8 ohm resistor secara seri di antaranya, maka power yang tiba di tweeter hanyalah 2,5 watt. Karena dengan resistor seri @ 8 ohm, maka tegangan akan menurun jadi 5 watt. Kemudian power sebesar 2,5 watt akan digunakan oleh resistor, jadi tweeter hanya mendapatkan sisa tenaga 2,5 watt dari sumber 10 watt power ampli. Sudah jelas kekerasan akan berkurang 6 dB (Ingat rumus : bila daya berkurang separuh, maka terjadi penurunan 3 dB).
Kapasitor dan Induktor : Sebuah kapasitor yang ditempatkan secara seri dengan speaker, akan memblokir frekuensi rendah dan melewatkan frekuensi tinggi. Sebuah induktor berfungsi sebaliknya. Blokir frekuensi akan terjadi secara berangsur-angsur (roll-off) dalam bentuk penurunan 6dB/oktaf (1st order), 12dB/oktaf (2nd order), atau 3rd order (18 dB/oktaf), atau yang curam 4th order (24 dB/oktaf). Karakter penurunan ini dibedakan atas jenis Bessel, Butterworth, Linkwitz-Riley. Butterworth terkenal lembut, Linkwitz-Riley memotong tajam, sedangkan Bessel memiliki karakter phase-shift yang unik
Desain crossover bukanlah hal yang mudah. Sangat-sangat sulit. Tetapi ingat rahasia utama para desainer speaker “Bukan teori yang penting, tetapi bunyi speaker yang penting”. Desainer bermain-main dengan berbagai tombol crossover hingga menghasilkan bunyi yang diinginkan. Walaupun demikian, pengetahuan teori juga mempengaruhi kelihaian bermain-main ini. Tetapi proses utamanya adalah secara berulang-ulang “memainkan tombol - mendengarkan” hingga speaker kita mendapat acungan jempol - aperionaudio.com dan ASG EAW.com
RMS vs PMPO
RMS (Root Mean Square) dan PMPO (Peak Music
Power Output) sama-sama menunjukkan power rating, namun keduanya tidak
dapat diperbandingkan. Selain tidak ada standard pengukuran PMPO yang baku, metode pengukurannya juga berbeda-beda.
Namun sebagai ancar-ancar biasanya power PMPO adalah mark up 20 sampai 40 kali lebih besar dibandingkan power RMS. Jika tertulis 1000 W PMPO bisa saja power sebenarnya sama dengan 25 W - 50 W RMS.
Pencantuman power rating tentu saja untuk menunjukkan sampai dimana kemampuan tingkat kebisingan yang bisa dihasilkan. Tentu ini hanyalah sebuah angka yang menunjukkan kemampuan maksimum perangkat audio tersebut.
Jika dianalogikan dengan mobil, ini tidak beda dengan catatan spesifikasi kecepatan yang tertera dapat mencapai 220 km/jam. Namun apakah kecepatan maksimum demikian bisa tercapai, adalah hal yang lain. Tentu bisa tercapai dengan syarat kondisi-kondisi tertentu. Jalan aspal lebar dan mulus, tidak ada tanjakan, mesin masih baru, bahan bakar dengan oktan tinggi, oli yang tepat, grip serta tekanan ban ideal, suhu mesih ideal, berat mobil efisien, ringan dan ideal, lalu cuaca harus cerah, tidak ada angin apalagi hujan dan yang penting lagi pengemudinya harus punya nyali sekelas pembalap formula 1. Kalau tidak, mobil paling pol dapat dipacu mencapai 140 km/jam dan ini juga sebenarnya sudah mendebarkan.
Demikian juga dengan sistem audio, dengan volume yang sedang-sedang saja dengan alunan yang harmonis kiranya anda sudah cukup puas. Belum tentu anda tega meng-umbar volume audio anda sekencang-kencangnya sampai kaca-kaca jendela rumah anda pecah semua – disadur dari www.audiorakitan.com
Namun sebagai ancar-ancar biasanya power PMPO adalah mark up 20 sampai 40 kali lebih besar dibandingkan power RMS. Jika tertulis 1000 W PMPO bisa saja power sebenarnya sama dengan 25 W - 50 W RMS.
Pencantuman power rating tentu saja untuk menunjukkan sampai dimana kemampuan tingkat kebisingan yang bisa dihasilkan. Tentu ini hanyalah sebuah angka yang menunjukkan kemampuan maksimum perangkat audio tersebut.
Jika dianalogikan dengan mobil, ini tidak beda dengan catatan spesifikasi kecepatan yang tertera dapat mencapai 220 km/jam. Namun apakah kecepatan maksimum demikian bisa tercapai, adalah hal yang lain. Tentu bisa tercapai dengan syarat kondisi-kondisi tertentu. Jalan aspal lebar dan mulus, tidak ada tanjakan, mesin masih baru, bahan bakar dengan oktan tinggi, oli yang tepat, grip serta tekanan ban ideal, suhu mesih ideal, berat mobil efisien, ringan dan ideal, lalu cuaca harus cerah, tidak ada angin apalagi hujan dan yang penting lagi pengemudinya harus punya nyali sekelas pembalap formula 1. Kalau tidak, mobil paling pol dapat dipacu mencapai 140 km/jam dan ini juga sebenarnya sudah mendebarkan.
Demikian juga dengan sistem audio, dengan volume yang sedang-sedang saja dengan alunan yang harmonis kiranya anda sudah cukup puas. Belum tentu anda tega meng-umbar volume audio anda sekencang-kencangnya sampai kaca-kaca jendela rumah anda pecah semua – disadur dari www.audiorakitan.com
Subwoofer elektrostatik pertama
Subwoofer elektrostatik dikembangkan pertama
kali tahun 1960 an oleh Ken Kreisel, untuk mengatasi komplain pelanggan
di toko high end “Miller Kreisel (MK)” yang dimilikinya bersama Jonas
Miller di Los Angeles. Para pelanggan komplain karena mereka merasa kehilangan nada-nada rendah di speaker elektrostatik buatan MK.
Penggunaan subwoofer untuk rekaman pertama kali dilakukan tahun 1973 dalam mixing album Steely Dan “Pretzel Logic” dengan operator Roger Nichols. Subwoofer dipesan oleh Walter Becker dan Donald Fagen dari tim Steely Dan. Sejak saat itu Sattelite Subwoofer MK laris dipesan banyak studio rekaman dan digunakan sebagai sistem referensi utama studio. Beberapa pelanggan sistem audio MK sistem audio adalah rumah produksi audio film Dolby, DTS, dan THX.
Penggunaan subwoofer untuk rekaman pertama kali dilakukan tahun 1973 dalam mixing album Steely Dan “Pretzel Logic” dengan operator Roger Nichols. Subwoofer dipesan oleh Walter Becker dan Donald Fagen dari tim Steely Dan. Sejak saat itu Sattelite Subwoofer MK laris dipesan banyak studio rekaman dan digunakan sebagai sistem referensi utama studio. Beberapa pelanggan sistem audio MK sistem audio adalah rumah produksi audio film Dolby, DTS, dan THX.
Subwoofer biasanya
menampilkan nada 20 – 200 Hz melalui cone speakernya. Pemisahan stereo
sangat sulit didengarkan di subwoofer karena karakter nada low yang
omni-directional. Itu sebabnya Audio System biasanya hanya menjual satu
subwoofer + beberapa speaker mid high. Nada low hanya bisa terasa
terpisah dalam bentuk earphone - MKsoundsystem. com dan cramster.com
Mana lebih nonjok : 1 buah Sub 21inch atau 2 buah Sub 18inch ?
Ini sebuah pertanyaan yang populer dan sulit dijawab dengan sangat tepat. Ada
banyak faktor berpengaruh seperti : power amplifier, jenis, dan ukuran
box speaker. Tetapi secara umum, dengan power yang cukup, dua buah akan
berbunyi lebih jernih dan menonjok lebih kuat karena kombinasi dua cone
akan menghasilkan tekanan udara lebih besar. Bagaimanapun juga, sub 21
inch akan bersuara lebih deep (dalam) – Bill Crutchfield
Instalasi Speaker Double Voice Coil
Speaker Double Voice Coil (DVC) adalah
speaker dengan 2 gulungan coil di atas former yang sama. Mereka
diletakkan saling bertumpang-tindih dengan terminal yang berbeda.
Speaker
DVC lebih banyak digunakan di sistem Car/Home audio karena kebanyakan
amplifier audio tipe ini tidak dapat monobridge. Jadi kekuatan ampli
dapat disatukan di monobridge melalui instalasi speaker DVC.
Keuntungan lainnya adalah speaker dapat diubah-ubah hambatannya. Bila tadinya speaker SVC (Single Voice Coil) hambatannya 8 ohm, maka di speaker DVC (masing-masing Coil 4 ohm) dapat diubah jadi 2 ohm (bila sistem kabel paralel) atau menjadi 8 ohm (bila sistem kabel seri).
Dengan dimungkinkannya fleksibilitas kabel dan hambatan ini, maka kini dimungkinkan untuk merangkai beberapa speaker menjadi satu dengan power yang sama, sehingga didapatkan performa speaker yang lebih baik – JL Audio Inc.
Keuntungan
utama speaker DVC adalah semata-mata di fleksibilitas pemasangan
kabelnya. Speaker DVC memiliki alternatif instalasi seri, paralel, dan
independen.
Keuntungan lainnya adalah speaker dapat diubah-ubah hambatannya. Bila tadinya speaker SVC (Single Voice Coil) hambatannya 8 ohm, maka di speaker DVC (masing-masing Coil 4 ohm) dapat diubah jadi 2 ohm (bila sistem kabel paralel) atau menjadi 8 ohm (bila sistem kabel seri).
Dengan dimungkinkannya fleksibilitas kabel dan hambatan ini, maka kini dimungkinkan untuk merangkai beberapa speaker menjadi satu dengan power yang sama, sehingga didapatkan performa speaker yang lebih baik – JL Audio Inc.
Surround Sound
Sistem Surround sudah ada lebih dari 60
tahun. Jaman tahun 1930an film selalu menggunakan 3 channel tabir suara
(Left-Center-Right) hasil riset Bell Labs. Pada tahun 1941 Disney dalam
film Fantasia nya menyajikan tambahan speaker di belakang. Jadi ada 4
speaker sekarang.
Sistem 4 channel LCRS (Left-Center-Right-Mono Surround) meluas penggunaannya setelah Dolby Stereo menjadi sistem standar film tahun 1960an.
Dengan berkembangnya teknologi digital di tahun 1980an, jumlah surround channel ditambah jadi dua dan ditambah subwoofer LFE (Low Frequency Effect). Kini semuanya menjadi 6 channel dengan sistem Surround 5.1. Di akhir 1990an, Sony telah menciptakan sistem surround 7.1.
Dalam surround system, semua speaker di low-cut pada 80 Hz. Sedangkan LFE di high-cut pada 120 Hz dengan penambahan headroom 10 dB.
Keuntungan sistem surround dibandingkan sistem stereo 2 speaker adalah : tidak ada lagi yang dinamakan sweet-spot (titik dimana suara terdengar paling jelas dan enak). Seluruh ruangan menjadi sweet-spot sekarang.
Selain itu, penempatan speaker tidak lagi menjadi krusial. Di sistem stereo, pergeseran speaker sedikit saja akan membawa banyak perbedaan. Hal ini tidak terjadi di sistem surround – Bobby Owsinski “Mastering Handbook”
Sistem 4 channel LCRS (Left-Center-Right-Mono Surround) meluas penggunaannya setelah Dolby Stereo menjadi sistem standar film tahun 1960an.
Dengan berkembangnya teknologi digital di tahun 1980an, jumlah surround channel ditambah jadi dua dan ditambah subwoofer LFE (Low Frequency Effect). Kini semuanya menjadi 6 channel dengan sistem Surround 5.1. Di akhir 1990an, Sony telah menciptakan sistem surround 7.1.
Dalam surround system, semua speaker di low-cut pada 80 Hz. Sedangkan LFE di high-cut pada 120 Hz dengan penambahan headroom 10 dB.
Keuntungan sistem surround dibandingkan sistem stereo 2 speaker adalah : tidak ada lagi yang dinamakan sweet-spot (titik dimana suara terdengar paling jelas dan enak). Seluruh ruangan menjadi sweet-spot sekarang.
Selain itu, penempatan speaker tidak lagi menjadi krusial. Di sistem stereo, pergeseran speaker sedikit saja akan membawa banyak perbedaan. Hal ini tidak terjadi di sistem surround – Bobby Owsinski “Mastering Handbook”
Perhitungan SPL berbahaya
Frekuensi yang berbahaya bagi telinga kita
adalah 2 – 20 kHz. Bila kita mendengarkan frekuensi tersebut dengan
level di atas 100 dB SPL terus menerus selama lebih dari 2 jam, maka
kita dapat mengalami hearing loss (tuli).
Kita dapat menghindari hal ini dengan cara mengukur SPL speaker kita. Masalahnya adalah, angka dB SPL yang muncul di SPL meter kita biasanya adalah angka total jumlah dB dari seluruh frekuensi yang muncul.
Jadi kita harus mengetahui cara untuk mengetahui berapa total SPL yang dihasilkan oleh frekuensi berbahaya (2 kHz ke atas) tersebut, agar terhindar dari hearing loss.
Untuk menjawab hal ini, maka gunakan fasilitas WEIGHTING di SPL meter. Ada tiga macam weighting : C weighting (mencakup frekuensi 20 Hz – 20 kHz), A weighting (mencakup frekuensi 1 kHz ke atas), Z weighting atau Flat (mencakup seluruh frekuensi).
Kita dapat menghindari hal ini dengan cara mengukur SPL speaker kita. Masalahnya adalah, angka dB SPL yang muncul di SPL meter kita biasanya adalah angka total jumlah dB dari seluruh frekuensi yang muncul.
Jadi kita harus mengetahui cara untuk mengetahui berapa total SPL yang dihasilkan oleh frekuensi berbahaya (2 kHz ke atas) tersebut, agar terhindar dari hearing loss.
Untuk menjawab hal ini, maka gunakan fasilitas WEIGHTING di SPL meter. Ada tiga macam weighting : C weighting (mencakup frekuensi 20 Hz – 20 kHz), A weighting (mencakup frekuensi 1 kHz ke atas), Z weighting atau Flat (mencakup seluruh frekuensi).
Jadi, jangan lupa mengukur SPL A weighting untuk mengetahui seberapa berbahaya nya sound yang kita hasilkan – disadur dari artikel YP Hadi Sumoro Kristianto
Speaker yang lebih baik
Mana
berbunyi lebih baik ? Speaker A dengan tanggapan frekuensi (frequency
response) 45 Hz – 18kHz atau speaker B 20 Hz – 25kHz ? Faktanya adalah,
data di atas sama sekali tidak cukup untuk menggambarkan kualitas suara
speaker. Mari kita lihat lebih detil.
Hal
yang paling penting dari speaker bukannya lebar tanggapan frekuensi
nya, tetapi kemampuannya untuk mereproduksi semua suara pada level yang
persis sama seperti waktu suara itu direkam. Anda pasti tidak mau sang
speaker merubah mix suara yang direkam. Suara tersebut akan berbunyi
tidak natural di speaker tersebut.
Angka
tanggapan frekuensi akan berbicara lebih banyak bila juga menyertakan
angka toleransi kekerasan (Amplitude tolerance) seperti contoh
“40Hz–20kHz, +/- 3dB”. Angka
ini memperlihatkan bahwa penyimpangan suara yang terjadi antar
frekuensi adalah 3 desibel dari angka rata-rata tengah. Artinya, bisa
jadi frekuensi 100Hz berbunyi 10dB, frekuensi 1kHz berbunyi 12dB,
frekuensi 1,3kHz 13dB, 6,3kHz 8dB dst. Penyimpangan yang terjadi tidak
melebihi 3dB atau + 3dB.
Speaker dengan angka berikut “40Hz-20kHz, +/- 8dB” sudah jelas kalah flat dibandingkan speaker di atas – Paul Dicomo
Speaker vs Ampli
Banyak orang bertanya : “Dapatkah speaker
saya menggunakan power ampli ini ?” atau “Apakah power ampli ini akan
menjebol speaker saya ?”.
Faktanya adalah setiap speaker dapat dibunyikan oleh amplifier apa saja. Masalah akan timbul waktu sang pengguna menjadi terlalu bernafsu. Saat itulah si ampli dipaksa berbunyi sekeras-kerasnya hingga suara clipping (terdistorsi).
Kecuali kita mendengar speaker dari jauh, maka kita tidak akan dapat mendengar distorsi clipping tersebut. Terutama sekali bila SPL kita diatas 90dB, maka telinga kita akan overload dan tidak dapat mendeteksi adanya distorsi clipping.
Perlu kita ingat bahwa 1 watt power mampu membunyikan speaker sebesar 88dB dalam jarak 1 meter (SPL = 88 dB). Bagaimana halnya dengan ampli 10 watt ? 50 watt ? atau 500 watt sekaligus ? Tentu kita tidak dapat mendengar distorsi clipping dalam watt power sebesar itu.
Agar mudah mendengar clipping, mainkan lagu kesayangan anda dan menjauh dari speaker. Bila perlu, matikan subwoofernya. Maka anda akan dapat mendengar bunyi clipping tersebut - Babin Perry
Faktanya adalah setiap speaker dapat dibunyikan oleh amplifier apa saja. Masalah akan timbul waktu sang pengguna menjadi terlalu bernafsu. Saat itulah si ampli dipaksa berbunyi sekeras-kerasnya hingga suara clipping (terdistorsi).
Kecuali kita mendengar speaker dari jauh, maka kita tidak akan dapat mendengar distorsi clipping tersebut. Terutama sekali bila SPL kita diatas 90dB, maka telinga kita akan overload dan tidak dapat mendeteksi adanya distorsi clipping.
Perlu kita ingat bahwa 1 watt power mampu membunyikan speaker sebesar 88dB dalam jarak 1 meter (SPL = 88 dB). Bagaimana halnya dengan ampli 10 watt ? 50 watt ? atau 500 watt sekaligus ? Tentu kita tidak dapat mendengar distorsi clipping dalam watt power sebesar itu.
Agar mudah mendengar clipping, mainkan lagu kesayangan anda dan menjauh dari speaker. Bila perlu, matikan subwoofernya. Maka anda akan dapat mendengar bunyi clipping tersebut - Babin Perry
Berapa total SPL dari 2 buah Speaker @ 60dB ?
Berapa total SPL yang dihasilkan oleh 2 buah speaker @ 60dB ?
2 buah sumber suara koheren (serupa / identik) dengan SPL yang sama hanya akan menghasilkan peningkatan 3 dB. Jadi jawaban pertanyaan di atas adalah 63 dB untuk total SPL dua buah speaker tersebut.
Hal ini terjadi karena penambahan SPL tidak bersifat linear seperti 1+1 = 2, tetapi bersifat logaritmik. Rumus lengkapnya tercantum di artikel asli Bapak Hadi Sumoro.
2 buah sumber suara koheren (serupa / identik) dengan SPL yang sama hanya akan menghasilkan peningkatan 3 dB. Jadi jawaban pertanyaan di atas adalah 63 dB untuk total SPL dua buah speaker tersebut.
Hal ini terjadi karena penambahan SPL tidak bersifat linear seperti 1+1 = 2, tetapi bersifat logaritmik. Rumus lengkapnya tercantum di artikel asli Bapak Hadi Sumoro.
Dengan rumus logaritma yang
sama, maka bila sebuah speaker 65 dB dijumlahkan dengan speaker 88 dB,
maka total SPL yang dihasilkan hanyalah 88 dB. Makin banyak perbedaan
SPL antara 2 speaker, akan menghasilkan makin sedikitnya penambahan.
Perbedaan 10 dB akan didominasi oleh speaker yang lebih keras. - disadur dari artikel YP. Hadi Sumoro Kristianto
Speaker dengan tutup belakang dan sistem Line Array
Tahukah anda, bahwa pada awalnya box speaker tidak mempunyai tutup di belakang nya ?
Adalah DR. Harry Ferdinand Olson di akhir tahun 1930 an yang menganjurkan bahwa speaker harus mempunyai tutup di belakang kabinetnya agar suara yang out-phase dari belakang speaker tidak bercampur dengan suara dari depan speaker.
DR Olson juga adalah orang pertama yang mengemukakan tentang efek speaker Line Array yang dapat mengarahkan suara melalui perbanyakan frekuensi, dalam bukunya Acoustical Engineering di tahun 1957.
DR. Olson sejak dari kecil sudah menunjukkan bakatnya yang luar biasa di bidang engineering. Pada usia 27 tahun dia bergabung dengan RCA, dan kemudian tahun 1931 bersama Les Anderson menciptakan mic legendaris RCA 44 dan RCA 77 yang banyak digunakan stasiun radio dan televisi kemudian. DR Olson adalah juga tokoh penemu polar Cardioid dan ShotGun.
Beliau juga memegang lebih dari 100 hak paten penemuan di berbagai bidang di antaranya : tahun 1931 Paten Velocity Microphone, 1932 Paten Unidirectional Cardioid Microphone, 1935 Paten Double Voice Coil Loudspeaker, 1940 Paten Multiple Flare Horn, 1941 Paten Shotgun Microphone, 1942 Paten Multiple Loudspeakers, 1949 Paten Air Suspension Loudspeaker, 1950 Paten Synthetic Reverberation, 1950 Paten Functional Sound Absorbers, 1951 Paten Single Element Cardioid Microphone, 1953 Paten Noise Discriminator - Threshold Type, 1958 Paten Electronic Music Synthesizer (MARK II Sound Syntesizer), 1961Paten Speech Analyzer, 1961 Electronic Sound Absorber, 1961 Paten Music Composing Machine, 1963 Paten Stereophonic Loudspeaker, 1964 Paten Stereophonic Disk System, dan banyak lagi.
DR. Olson juga menulis lebih dari 130 artikel dan buku yang hingga sekarang tetap dijadikan dasar pegangan ahli-ahli akustik. Diantaranya bukunya adalah Elements of Acoustical Engineering (1940), Dynamical Analogies (1942), Musical Engineering (1952), Acoustical Engineering (1957), dan Music, Physics and Engineering (1966).
Terima kasih DR. Olson atas jasamu di dunia audio engineering - Wikipedia dan TECnology Hall of Fame 2005.
Adalah DR. Harry Ferdinand Olson di akhir tahun 1930 an yang menganjurkan bahwa speaker harus mempunyai tutup di belakang kabinetnya agar suara yang out-phase dari belakang speaker tidak bercampur dengan suara dari depan speaker.
DR Olson juga adalah orang pertama yang mengemukakan tentang efek speaker Line Array yang dapat mengarahkan suara melalui perbanyakan frekuensi, dalam bukunya Acoustical Engineering di tahun 1957.
DR. Olson sejak dari kecil sudah menunjukkan bakatnya yang luar biasa di bidang engineering. Pada usia 27 tahun dia bergabung dengan RCA, dan kemudian tahun 1931 bersama Les Anderson menciptakan mic legendaris RCA 44 dan RCA 77 yang banyak digunakan stasiun radio dan televisi kemudian. DR Olson adalah juga tokoh penemu polar Cardioid dan ShotGun.
Beliau juga memegang lebih dari 100 hak paten penemuan di berbagai bidang di antaranya : tahun 1931 Paten Velocity Microphone, 1932 Paten Unidirectional Cardioid Microphone, 1935 Paten Double Voice Coil Loudspeaker, 1940 Paten Multiple Flare Horn, 1941 Paten Shotgun Microphone, 1942 Paten Multiple Loudspeakers, 1949 Paten Air Suspension Loudspeaker, 1950 Paten Synthetic Reverberation, 1950 Paten Functional Sound Absorbers, 1951 Paten Single Element Cardioid Microphone, 1953 Paten Noise Discriminator - Threshold Type, 1958 Paten Electronic Music Synthesizer (MARK II Sound Syntesizer), 1961Paten Speech Analyzer, 1961 Electronic Sound Absorber, 1961 Paten Music Composing Machine, 1963 Paten Stereophonic Loudspeaker, 1964 Paten Stereophonic Disk System, dan banyak lagi.
DR. Olson juga menulis lebih dari 130 artikel dan buku yang hingga sekarang tetap dijadikan dasar pegangan ahli-ahli akustik. Diantaranya bukunya adalah Elements of Acoustical Engineering (1940), Dynamical Analogies (1942), Musical Engineering (1952), Acoustical Engineering (1957), dan Music, Physics and Engineering (1966).
Terima kasih DR. Olson atas jasamu di dunia audio engineering - Wikipedia dan TECnology Hall of Fame 2005.
Posisi speaker
Dalam praktek sehari-hari, biasanya speaker
FOH (Front of House) ditempatkan di depan penonton - di kanan kiri
panggung. Alasan utamanya adalah untuk mendapatkan efek stereo yang
baik.
Tetapi efek stereo bukanlah hal yang utama diinginkan dalam setting live musik. Alasannya adalah karena penonton kita tersebar dimana-mana (off center : tidak di tengah). Menjadikan FOH kita stereo berarti memperlakukan penonton di sebelah kiri dan sebelah kanan secara berbeda / tidak adil. Lain halnya dengan musik rekaman, maka sound stereo adalah hal yang wajib ditampilkan.
Mengapa FOH tidak kita tempatkan di samping kiri dan kanan penonton saja ? Atau di belakang penonton kiri dan kanan ? Untuk menjawab hal ini, maka kita harus pertama-tama mengingat bahwa telinga lebih mengarah ke samping dibandingkan ke depan. Lain halnya dengan mata, mata menghadap ke depan secara langsung.
Mengingat posisi telinga kita seperti ini, maka kita dapat mempertimbangkan untuk menempatkan speaker FOH di samping kanan dan kiri penonton agak ke depan. Rasanya kualitas suaranya akan lebih baik daripada menempatkannya speaker FOH di depan penonton.
Biasanya feedback juga akan berkurang karena speaker jauh dari panggung. Coba saja – JS
Tetapi efek stereo bukanlah hal yang utama diinginkan dalam setting live musik. Alasannya adalah karena penonton kita tersebar dimana-mana (off center : tidak di tengah). Menjadikan FOH kita stereo berarti memperlakukan penonton di sebelah kiri dan sebelah kanan secara berbeda / tidak adil. Lain halnya dengan musik rekaman, maka sound stereo adalah hal yang wajib ditampilkan.
Mengapa FOH tidak kita tempatkan di samping kiri dan kanan penonton saja ? Atau di belakang penonton kiri dan kanan ? Untuk menjawab hal ini, maka kita harus pertama-tama mengingat bahwa telinga lebih mengarah ke samping dibandingkan ke depan. Lain halnya dengan mata, mata menghadap ke depan secara langsung.
Mengingat posisi telinga kita seperti ini, maka kita dapat mempertimbangkan untuk menempatkan speaker FOH di samping kanan dan kiri penonton agak ke depan. Rasanya kualitas suaranya akan lebih baik daripada menempatkannya speaker FOH di depan penonton.
Biasanya feedback juga akan berkurang karena speaker jauh dari panggung. Coba saja – JS
Sebaran suara Subwoofer
Bila kita menyelidiki dengan menggunakan
software sound system atau perhitungan matematika, kita akan mendapati
bahwa sebuah subwoofer akan menyebarkan bunyi secara omni (rata ke
segala arah) dan bukan directional (terarah hanya ke arah tertentu).
Tetapi kenyataan di lapangan sangat berbeda. Banyak pakar audio mendapati bahwa telinga mereka menangkap radiasi bunyi secara omni tidak terjadi pada subwoofer. Bunyi di belakang subwoofer berbeda dengan bunyi di samping atau di depannya.
Mengapa hal ini terjadi ? Karena adanya frekuensi harmonik. Kita ingat bahwa selalu terjadi dua frekuensi dalam sebuah bunyi tunggal : frekuensi fundamental dan frekuensi harmonic. Misalnya bunyi frekuensi tunggal 90Hz. Suara 90Hz akan menghasilkan frekuensi fundamental 90Hz sekaligus bunyi frekuensi harmonik 180Hz, 270Hz, 360Hz dst (kelipatan 90). Jadi telinga kita akan mendengar beberapa frekuensi sekaligus bila nada tunggal 90Hz dibunyikan.
Frekuensi fundamental 90Hz tadi akan tersebar secara omni. Tetapi frekuensi harmonik akan tersebar tidak secara omni. Bisa berbentuk cardioid atau lainnya. Hasilnya kita akan mendengar bunyi yang berbeda di depan atau samping atau belakang subwoofer – Jeff Berryman
Tetapi kenyataan di lapangan sangat berbeda. Banyak pakar audio mendapati bahwa telinga mereka menangkap radiasi bunyi secara omni tidak terjadi pada subwoofer. Bunyi di belakang subwoofer berbeda dengan bunyi di samping atau di depannya.
Mengapa hal ini terjadi ? Karena adanya frekuensi harmonik. Kita ingat bahwa selalu terjadi dua frekuensi dalam sebuah bunyi tunggal : frekuensi fundamental dan frekuensi harmonic. Misalnya bunyi frekuensi tunggal 90Hz. Suara 90Hz akan menghasilkan frekuensi fundamental 90Hz sekaligus bunyi frekuensi harmonik 180Hz, 270Hz, 360Hz dst (kelipatan 90). Jadi telinga kita akan mendengar beberapa frekuensi sekaligus bila nada tunggal 90Hz dibunyikan.
Frekuensi fundamental 90Hz tadi akan tersebar secara omni. Tetapi frekuensi harmonik akan tersebar tidak secara omni. Bisa berbentuk cardioid atau lainnya. Hasilnya kita akan mendengar bunyi yang berbeda di depan atau samping atau belakang subwoofer – Jeff Berryman
Frekuensi High yang menurun
Salah satu karakteristik udara adalah
menyerap energi frekuensi tinggi (high). Makin tinggi frekuensi makin
besar serapan udara. Karena itu, semakin jauh dari speaker, kekerasan
nada-nada high biasanya menurun (attenuate).
Serapan frekuensi ini akan semakin meningkat bila suhu udara semakin panas atau kelembaban udara semakin berkurang. Serapan frekuensi high ini tidak terlalu terasa bila dalam ruangan (indoor) karena jarak tidak terlampau jauh. tetapi akan sangat terasa di outdoor. Penelitian kami memperlihatkan bahwa frekuensi 10kHz berkurang 14dB pada jarak 91,4 meter.
Pesan kami : jangan menaikkan volume frekuensi High bila hal ini terjadi. Menaikkan volume akan memaksa amplifier dan speaker bekerja lebih keras. Untuk mengatasi hal ini, gunakan speaker tambahan (speaker delay) di area yang kehilangan bunyi High ini - ElectroVoice
Serapan frekuensi ini akan semakin meningkat bila suhu udara semakin panas atau kelembaban udara semakin berkurang. Serapan frekuensi high ini tidak terlalu terasa bila dalam ruangan (indoor) karena jarak tidak terlampau jauh. tetapi akan sangat terasa di outdoor. Penelitian kami memperlihatkan bahwa frekuensi 10kHz berkurang 14dB pada jarak 91,4 meter.
Pesan kami : jangan menaikkan volume frekuensi High bila hal ini terjadi. Menaikkan volume akan memaksa amplifier dan speaker bekerja lebih keras. Untuk mengatasi hal ini, gunakan speaker tambahan (speaker delay) di area yang kehilangan bunyi High ini - ElectroVoice
Sabtu, 24 Mei 2014
tv polytron protek
polytron uslim terprotek , nyala sekitar10 mnt standby lagi, ternyata b+ droop setelah penggantian cap 200v 150mf normal kembali dech ..allhamdullillah
lcd tv
lcd tv sharp . nyala merah doank setelah cukup lama masa perburuhan akhirnya ketemu juga. eror pada rangkaian light led , pwr suply droop............kelar dech
Langganan:
Komentar (Atom)














